Sabtu, 05 November 2016

Lokasi Wisata Pancuran pitu baturaden

Sumber Air Panas Pancuran Tujuh

Lokasi obyek wisata ini terletak ditengah hutan damar dan pinus yang berjarak sekitar 2,5 km arah barat lokawisata Baturraden yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dan kendaraan dengan jarak tempuh sekitar 5 km dari pintu gerbang wana wisata Baturraden.

Sesuai dengan namanya disebut Pancuran Tujuh atau dalam bahasa jawa disebut Pancuran Pitu karena mempunyai tujuh buah pancuran yang alami mengalir langsung dari gunung slamet. Sumber air panas ini mengandung belerang bersuhu antara 70º-90º celcius serta mengandung beberapa unsur mineral.

Karena kandungan belerangnya, maka sangat efektif untuk therapy pengobatan sakit tulang/ rheumatik dan berbagai macam penyakit kulit.

Sumber http://dinporabudpar.banyumaskab.go.id/

Pemandian air minral Ora ngapak ora kepenak

Pemandian Air Mineral Kalibacin

Pemandian Kalibacin ini merupakan obyek wisata husada karena pengunjung yang datang selain berekreasi juga dapat berobat. Disebut Kalibacin karena airnya berbau kurang sedap namun karena kandungan belerangnya tinggi sehingga mampu mengobati berbagai macam penyakit kulit, syaraf dan tulang/rheumatic. Sehingga dianjurkan bagi anak-anak untuk mandi dikolam renang karena disamping berendam dalam air belerang juga sambil berolah raga sehingga bagus untuk masa pertumbuhan dan pembentukan tulang yang kuat.

Obyek wisata ini terletak sekitar 17 kilometer arah selatan kota Purwokerto tepatnya di desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo. Berdekatan dengan wisata Kalibacin terdapat obyek wisata Bendung Gerak Serayu. Bagi pengunjung yang ingin membeli oleh-oleh dapat membeli ikan lembutan goreng yang dijajakan sepanjang sungai Serayu.

Menurut sejarah, obyek wisata Husada kalibacin ini sudah banyak dimanfaatkan orang sejak zaman pasirluhur (Abad 15), tepatnya adalah ketika Pasirluhur dibagi lima yaitu satu bagian (4 Desa Pasir sekarang) adalah daerah Mancagangsal yaitu wilayah pemutihan yang mendapat tugas khusus untuk merawat pusaka dan makam kerabat keratin yang ada di Pasirluhur, dimana wilayah ini diberikan kepada putra Adipati Pasirluhur yang terakhir yaitu Pangeran Perlangon uang bernama Pangeran Langkap, dan empat desa perdikan yang diberikan kepada empat keponakan Adipati Pasirluhur (Pangeran Pelangon) yang salah satunya bernama Ki Bonjok. (Tiga orang lainnya masing-masing bernama Ki Gede Sule, Ki Gumingsir dan Ki Ambilangu).
Sebelum Bonjok berkuasa di wilayah itu (sebagai Desa Perdikan) tempat itu sudah dikenal banyak orang dengan nama “Gua Teleng” namun belum dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Setelah Ki Bonjok berkuasa di situ dan “Gua Teleng” banyak dimanfaatkan banyak orang untuk mengobati berbagai macam penyakit kulit, maka “Gua Teleng” berganti nama dengan nama yang baru yaitu “Tuk Semingkir” karena berbagai macam penyakit setelah mandi di mata air ini segera sembuh. (semingkir artinya pergi/ hilang/ sembuh).

Satu dua orang sembuh karena mandi di sana tidaklah mampu membuat tempat itu dikenal banyak orang, namun setelah banyak orang sembuh karena mandi disana, maka tempat itu lalu banyak dikenal orang berkunjung untuk berobat disana. Orang sakit kulit, mandi disana kemudian sembuh, orang skait tulang, mandi disana kemudian sembuh, orang sakit syaraf, mandi disana kemudian sembuh, orang sakit mata, mandi disana kemudian sembuh, pokoknya berbagai penyakit dapat sembuh kalau mandi disana.

Dizaman Martanegara memerintah disana, datanglah seorang Mubaligh dari Demak menyebarkan agama islam. Snag Mubaligh tersebut bermukim di sekitar Tuk Semingkir untuk memudahkan mengambil air wudhu dan keperluan lainnya. Setelah sang Mubaligh pergi, maka tempat itu dikeramatkan orang sebagai petilasan wali. Sedangkan pakaian dan barang-barang lainnya berupa tulisan-tulisan di daun lontar, terbang, rebana, ombak dan lain-lain yang ditinggal sang Mubaligh disimpan di Balai Malang yang letaknya hanya sekitar 200 M dari Tuk semingkir.

Sejarah terus ditulis dan sampailah pada angka tahun 1830 Pemerintah Hindi Belanda menguasai Banyumas (Kabupaten Banyumas dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 1 November 1830). Diam-diam para pejabar yang berkuasa waktu itu tertarik akan apa yang terjadi di Tuk Semngkir.

Banyak orang dengan berbagai penyakitnya berkunjung ke situ. Setelah diadakan penelitian ternyata mata airnya tidak mengandung gas yang berbahaya bagi kehidupan manusia, justru mengandung mineral yang antara lain : belerang, kapur, garam, soda, minyak tanah, logam-logam seperti besi, tembaga, perak dan bahkan juga emas meskipun kadarnya sedikit kecil. Maka pada tahun 1982 dibangunlah pemandian itu, dan dibuka untuk umum oleh Raden Dipowinoto (Wedono Banyumas).

Bangunan tersebut menggunakan bahan dari kayu, bamboo dan beratap dari welit, berdiri di atas tanah yang berstatus Guvernement Ground (G.G).pada waktu itu juga diadakan pembangunan berupa perluasan belik mata air menjadi seperti sebuah sendnag, kemudian juga ditanami pohon beringin.

Sejak saat itu “Tuk semingkir” berganti nama menjadi “Tamba Wringin Tirta Hoesada” yang berarti air pengobatan. Dengan telahdibukanya tempat itu untuk umum, maka dengan itu pula dan untuk yang pertama kalinya, yaitu tahun 1982 di Kabupaten Banyumas telah berdiri satu obyek wisata pengobatan tertua dengan nama “Tamba Wringin Tirta Hoesada”.
Pada tahun 1909 berkenaan dengan hari kelahiran (Hari Ulang Tahun) putrid Yuliana, Putra Nalendra Praja Netherland, tempat itu dibangun permanen dengan biaya dari Negara, adapun sebagai pemimpin pembangunan tersebut adalah Raden Danusubroto (Wedana Banyumas) Secara Bertahap.

Setelah kamar mandi yang paling timur selesai dibangun, yang pertama kali siram (mandi) disitu adalah kanjeng sunan Pakubuwono X. Pendirian pemandian Kalibacin diabadikan dalam sebuah prasarti yang dibuat tahun 1892 oleh R. Dipowinoto. Prasasti ditulis dengan huruf dan bahasa jawa, berbentuk tembang dandanggula, terdiri dari 45 baris yang terdiri menjadi 2 bidang, masing-masing berisi 23 baris dan 22 baris.

Purwokerto Curug Nangga

KEBUN RAYA BATURRADEN

Kebun Raya Baturaden terletak di Desa Kemutug Lor, Kec. Baturaden, Kab. Banyumas dan berada + 14 Km dari Kota Purwokerto, + 1,5 km dari gerbang utama Wana Wisata Baturaden. Kebun Raya Baturaden berada di kaki Gunung Slamet Petak 1 dan 3, RPH Baturaden, BKPH Gn.

Slamet Barat KPH Banyumas Timur dibatasi sebelah utara Petak 4 dan 5 hutan produksi terbatas, sebalah barat petak 2 hutan produksi terbatas, sebelah selatan petak 1 lokawisata Baturaden dan bumi Perkemahaan, sebelah timur petak 6 hutan produksi terbatas.

Topografi mulai landai sampai berbukit dengan kemiringan 20% s/d 70% dan ketinggian + 600-750 m dpl dengan jenis tanah umumnya jenis latosol berwarna merah kecoklatan.Keadaan suhu Kebun Raya Baturaden berkisar antara 20-30 derajat Celcius dengan curah hujan sangat tinggi (5.000-6.174 mm/th)

Kebun Raya Baturaden

KEBUN RAYA BATURRADEN

Kebun Raya Baturaden terletak di Desa Kemutug Lor, Kec. Baturaden, Kab. Banyumas dan berada + 14 Km dari Kota Purwokerto, + 1,5 km dari gerbang utama Wana Wisata Baturaden. Kebun Raya Baturaden berada di kaki Gunung Slamet Petak 1 dan 3, RPH Baturaden, BKPH Gn.

Slamet Barat KPH Banyumas Timur dibatasi sebelah utara Petak 4 dan 5 hutan produksi terbatas, sebalah barat petak 2 hutan produksi terbatas, sebelah selatan petak 1 lokawisata Baturaden dan bumi Perkemahaan, sebelah timur petak 6 hutan produksi terbatas.

Topografi mulai landai sampai berbukit dengan kemiringan 20% s/d 70% dan ketinggian + 600-750 m dpl dengan jenis tanah umumnya jenis latosol berwarna merah kecoklatan.Keadaan suhu Kebun Raya Baturaden berkisar antara 20-30 derajat Celcius dengan curah hujan sangat tinggi (5.000-6.174 mm/th)

Wisata Taman Bunga&air Banyumas

Kawasan Wisata Air "Dream land"

Dreamland park merupakan kawasan wisata air yang terletak di jalan raya Pancasan, Ajibarang. Banyak terdapat wahana rekreasi seperti kolam renang anak, kolam renang paud, water boom, kolam renang arus, jet sky, sepeda air, gazebo, taman reptile, play ground, mandi bola, arum jeram, taman aquarium, taman bunga, taman batu, flying fox, dan lain-lain. Bisa dijadikan sebagai pilihan yang tepat wisata anda menyehatkan dan mendidik.

Air Terjun/Curug Cipendok Baturaden

CURUG CIPENDOK

Sesuai dengan namanya Banyumas, Banyu yang berarti air dan Mas yang merupakan lambang kemakmuran. Maka tak heran apabila air di banyumas akan melimpah.

Curug Cipendok merupakan satu diantara curug atau air terjun yang ada di Banyumas yang mempunyai ketinggian sekitar 92 meter yang didukung dengan keindahan alam sekitar berua hutan lindung serta menara pandang yang dapat melihat pemandangan kota Purwokerto apabila cuaca sedang cerah.

Curug Cipendok ini terletak 25 kilometer dari arah barat kota Purwokerto atau tepatnya berada di kecamatan Cilongok. Wisatawan yang ingin berekreasi dapat menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum dari sub terminal microbus – Losari. Wisatawanpun bisa membeli oleh – oleh makanan khas tahu Kalisari sambil melihat proses produksinya, cimplung klapa muda dan singkong yang direbus dengan air nira serta home industri gula kelapa atau lebih dikenal dengan sebutan gula jawa.

Gunung Selamet Lokasi wisata terindah baturaden

Obyek Wisata Baturaden

Lokasi Baturraden ini berada dilereng GunungSlamet pada ketinggian 640 m diatas permukaan laut. Baturraden hanya berjarak 14 km arah utara kota Purwokerto, memiliki suhu udara antara 18°-25° Celcius. Disini wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Slamet, atraksi terjun bebas anak-anak Baturraden di air terjun Gumawang dan wisatawanpun akan betah berlama-lama disini karena Lokawisata Baturraden menyediakan berbagai fasilitas seperti : kolam luncur di alam yang indah, rekreasi taman air dengan sepeda airnya dialam pegunungan yang sejuk dan nyaman membawa kesan tersendiri dan romantis bagi wisatawan, kereta mini, kolam renang air dingin yang dialiri dari mata air gunung Slamet, taman lalu lintas dengan fasilitas mobil genjot, sumber air panas Pancuran Tujuh yang mengandung belerang, Telaga Sunyi dan kios-kios bunga yang menyediakan beraneka ragam jenis bunga dan tanaman bonsai.